Author Topic: Berapa gaji programmer di Indonesia ?  (Read 55647 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline foxy

  • Fox-id M.V.P
  • Hero Member
  • *
  • Posts: 3.605
    • Foxy Land
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #45 on: January 09, 2011, 09:59:57 AM »
@neo and hafiz:
why? what's wrong with outsourcing?

foxy
This post is provided as is. Feel free to use all the codes and information, however understand that I don't have any obligations to fix any bug(s) or follow up this subject.

Offline rnd

  • Hero Member
  • *
  • Posts: 1.277
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #46 on: January 09, 2011, 06:22:23 PM »
@neo and hafiz

Kalo boleh tau kira kira apa yg ada dipikiran anda tentang outsourcing ?

Kebetulan saya dibidang ini, lumayan biar bisa tau pendapat dari sisi lain tentang outsourcing ini.

Offline hafiz

  • Full Member
  • *
  • Posts: 92
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #47 on: January 10, 2011, 08:20:53 AM »
Karyawan Kontrak dan Outsourcing, Apa itu?
Posted by editor | Solusi | Monday 9 June 2008 1:19 pm

Oleh: Drs. Dadang Budiaji, MM. (Praktisi & Konsultan SDM)

Pada hari Kamis, 1 Mei 2008 bertepatan dengan hari buruh sedunia, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia diramaikan dengan adanya konvoi dan demo buruh di dalam rangka memperingati hari buruh tersebut. Diantara sekian banyak tuntutan dan harapan para buruh terdapat dua jenis tuntutan yang paling banyak disampaikan yaitu ‘hapuskan karyawan kontrak dan outsourcing’.

Tulisan ini akan membahas secara singkat tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan karyawan kontrak dan outsourcing, apa perbedaannya dengan karyawan tetap, bagaimana ketentuan aturannya.

Karyawan Kontrak

Merujuk pada UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan karyawan kontrak adalah pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha dengan berdasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Pengaturan tentang PKWT ini kemudian diatur lebih teknis dalam Kepmenakertrans No. 100/2004 tentang ketentuan pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu.

Bila merujuk kepada aturan yang berlaku, jenis hubungan kerja PKWT hanya dapat diterapkan untuk 4 jenis pekerjaan, yaitu pekerjaan yang sekali selesai, pekerjaan yang bersifat musiman, pekerjaan dari suatu usaha baru, produk baru atau kegiatan baru, serta pekerjaan yang sifatnya tidak teratur (pekerja lepas).

Pekerja dalam PKWT juga dilindungi oleh beberapa ketentuan, seperti tidak boleh ada masa percobaan, hak-hak normatif sesuai aturan harus tetap diberikan, tidak boleh lebih dari 2 kali pembuatan kontrak, durasi maksimum adalah kontrak 3 tahun plus pembaharuan 2 tahun (khusus untuk pekerjaan yang sekali selesai), berhak memperoleh uang ganti rugi bila diputus kontrak sebelum waktu kontrak selesai. Bila ketentuan tentang durasi dan frekuensi kontrak tidak dipenuhi maka demi hukum pekerja tersebut menjadi pekerja PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu), atau katakanlah otomatis menjadi karyawan tetap.

Perbedaan pokok antara karyawan tetap dan kontrak terletak pada batas masa berlakunya hubungan kerja dan hak pesangon apabila hubungan kerja terputus. Artinya karyawan yang selesai kontrak tidak berhak atas pesangon, sedangkan karyawan tetap yang di-PHK yang memenuhi syarat dan ketentuan tertentu berhak atas pesangon.

Outsourcing
Outsourcing adalah penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain. Outsourcing diatur dalam UU 13/2003 dan Kepmenakertrans 220/MEN/X/2004 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain. Beberapa ketentuan pokok dalam outsorcing adalah penyelenggara outsourcing harus berbadan hukum, hak-hak normatif harus diberikan kepada karyawan outsourcing, bila hak-hak normatif tidak diberikan maka demi hukum karyawan outsourcing itu menjadi karyawan dari perusahaan pemberi pekerjaan, yang boleh di-outsource hanyalah proses-proses pendukung saja (bukan proses utama atau core business perusahaan).
Karyawan outsourcing bisa merupakan karyawan tetap ataupun kontrak, hal itu bergantung kepada sifat pekerjaannya (apakah memenuhi syarat untuk kontrak?) dan juga bergantung kepada kebijakan pengelola outsorcing itu.
Penutup
Keberadaan karyawan kontrak dan outsourcing adalah suatu kenyataan yang sulit untuk dihilangkan karena tidak semua perusahaan sudah benar-benar siap untuk memiliki karyawan tetap dengan segala konsekuensinya, lagipula beberapa jenis bisnis tertentu mengandung ketidakpastian yang tinggi sehingga merupakan resiko besar kalau perusahaan langsung mengangkat karyawan tetap.
Ketentuan dan pengaturan tentang karyawan kontrak dan outsourcing sebenarnya sudah cukup memadai dan cukup memberikan perlindungan kepada para pekerja, termasuk prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi untuk memberlakukan sistem kontrak atau outsourcing. Persoalannya sekarang adalah apakah ketentuan-ketentuan dan rambu-rambu yang ada tersebut dipatuhi atau tidak oleh para pihak, khususnya para pengusaha.
Demikian semoga bermanfaat!

(di kutib dari www.karir-up.com)

saya sendiri belum pernah kerja ikut outsorcing, tapi menurut cerita pengalaman adik saya dan kakak ipar saya bisa saya simpulkan outsorcing itu memang hanya menguntungkan pengusaha.
tapi tetap kembali lagi ke kita masing2 klo ga ada pilihan lagi ya... tak ada rotan akarpun jadi, yg penting kerja yg halal.  :icon_salut:
salah satu amal yang tidak terputus pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat.

Offline hafiz

  • Full Member
  • *
  • Posts: 92
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #48 on: January 10, 2011, 08:31:07 AM »

Delapan pertanyaan tentang outsourcing (tenaga kerja)

dengan 78 komentar

1. Apa itu outsourcing?
Outsourcing atau alih daya adalah proses pemindahan tanggung jawab tenaga kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain diluar perusahaan induk. Perusahaan diluar perusahaan induk bisa berupa vendor, koperasi ataupun instansi lain yang diatur dalam suatu kesepakatan tertentu. Outsourcing dalam regulasi ketenagakerjaan bisa hanya mencangkup tenaga kerja pada proses pendukung (non core business unit) ataupun secara praktek semua lini kerja bisa dialihkan sebagai unit outsourcing.

2. Mengapa harus ada outsourcing?
Outsourcing seringkali dibahasakan sebagai sebuah strategi kompetisi perusahaan untuk fokus pada inti bisnisnya. Namun pada prakteknya outsourcing pada umumnya didorong oleh ‘ketamakan’ sebuah perusahaan untuk menekan cost serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya yang seringkali melanggar etika bisnis.

3. Perusahaan manakah yang melakukan praktek outsourcing?
Hampir semua perusahaan yang ada saat ini memiliki (dan akan terus mengembangkan) lini outsourcingnya. Kecenderungan ini tidak hanya pada perusahaan padat tenaga kerja (manufaktur, tekstil) tapi juga perusahaan high tech (telco, banking), hingga large/small distribution company.

4. Bagaimana kecenderungan karyawan outsourcing?
Outsourcing seringkali mengurangi hak-hak karyawan yang seharusnya dia dapatkan bila menjadi karyawan permanen (kesehatan, benefit dkk). Outsourcing pada umumnya menutup kesempatan karyawan menjadi permanen. Posisi outsourcing selain rawan secara sosial (kecemburuan antar rekan) juga rawan secara pragmatis (kepastian kerja, kelanjutan kontrak, jaminan pensiun)

5. Siapa yang paling bertanggung jawab atas outsourcing?
Pemerintah (undang-undang, Depnaker, depsos dkk) atas kebijakan yang seringkali tidak berpihak kepada tenaga kerja. Atas ketidakaadilan dalam hubungan tripartit (pengusaha, karyawan dan pemerintah)

6. Apakah outsourcing meningkatkan produktivitas
Dalam jangan pendek: Ya. Outsourcing sangat efektif digunakan dalam industri yang baru, high risk investment dan masih beroperasi dalam tahap percobaan. Dalam jangka panjang: belum tentu.

7. Berhasilkah upaya menghilangkan praktek outsourcing?
Sejarah menunjukkan bahwa perusahaan (HR Department) selalu selangkah lebih maju menemukan praktek-praktek pemangkasan biaya tenaga kerja. Dimulai dari karyawan kontrak, kontrak harian, kontrak outsourcing dan sebagainya. Demonstrasi yang dilakukan para tenaga kerja seringkali dimentahkan oleh undang-undang yang justru tidak berpihak pada para tenaga kerja.

8. Bagaimana hubungan outsourcing dengan kompetisi global
Kompetisi global, buruh-buruh murah dari china, vietnam, myanmar seringkali dijadikan kambing hitam praktek outsourcing. Kondisi ini diperparah oleh kapitalis global yang tanpa ampun dengan jargon jargon produktivitas, efisiensi dan kompetisinya mengharuskan mau tidak mau agar sebuah perusahaan berkompetisi harus memiliki buruh dengan upah murah.

(9). Apa yang harus kita lakukan bila kita karyawan outsourcing?
Lihat, Lawan, Laporkan ™
Labours all over the world unite ™

(di kutib dari http://priandoyo.wordpress.com)
salah satu amal yang tidak terputus pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat.

Offline fahmiidris

  • Junior Member
  • *
  • Posts: 126
    • http://
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #49 on: January 10, 2011, 12:35:50 PM »
mangkanya jangan jadi karyawan.....gitu aja kok repot

Offline arifinc

  • Senior Member
  • *
  • Posts: 482
  • snowfox
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #50 on: January 10, 2011, 01:24:44 PM »
Ikutan yah....

Biasanya siklus orang IT dari karyawan IT menjadi Profesional IT lalu membuat Business IT
Kita yang berada pada setiap level di atas bisa melakukan outsourcing untuk perusahaan lain, jadi tidak perlu keluar dari perusahaan sebenarnya.

Masalah outsourcing tergantung dari perusahaan apakah butuh outsourcing dari suatu badan IT atau cukup oleh seorang Profesional IT, bahkan malah cukup lagi dengan seorang Karyawan IT yang sedang bekerja di Tempat lain. Sebenarnya kita yang menempatkan kapasitas kita di mana.

12 Tahun saya bekerja jadi IT Manager sambil outsourcing beberapa Perusahaan baik anak perusahaan di tempat saya bekerja maupun perusahaan lainnya di luar perusahaan tempat saya bekerja.
Menjadi Profesional IT dan sedang belajar membuat business IT.

Nah Jika dipikir-pikir (biasa pria) peluang lebih besar di level berikutnya, yah kenapa tidak naek level.
Tapi setiap level dari siklus IT memiliki pendapatan, halangan, tanggung jawab yang berbeda.

Bekerja tidak lebih buruk dari seorang Profesional atau seorang owner business IT.
Tergantung di mana Anda berada, dan berapa banyak kontribusi yang bisa Anda tawarkan.
Menjadi kutu loncat juga tidak apa-apa di dunia per-karyawan-an

Dari pengalaman bekerja ada 2 jenis, ikut perusahaan atau ikut orang (Perusahaan Keluarga).
kalau ikut orang, lihat bosnya baik atau tidak, interest gak dia dengan kita dan hasil karya kita. Di posisi ini sudah cukup sebenarnya karena dia akan memenuhi kebutuhan kita bahkan melebihi gaji seorang Manager IT manapun. Tapi hati-hati jika keturunan dari owner sudah turun tangan. wkwkwkwk
Kalau ikut perusahaan, lihat perusahaannya, lihat jenjang karir, lihat jenjang kenaikan gaji, dsb

Semua tergantung kapasitas kita. Gaji, pendapatan berjalan di belakang kapasitas kita.



Offline r03dy@

  • Senior Member
  • *
  • Posts: 476
  • There's no Others
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #51 on: January 10, 2011, 01:53:50 PM »
mangkanya jangan jadi karyawan.....gitu aja kok repot


kayak omongan nya pejabat waktu harga cabe membumbung tinggi :

"Ya, jangan pake cabe......" = >> Bukan solusi, secara masakan Indonesia harus pake cabe


Offline fahmiidris

  • Junior Member
  • *
  • Posts: 126
    • http://
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #52 on: January 10, 2011, 02:56:00 PM »
iya itulah resikonya hidup penuh persaingan,  kalau tetap jadi karyawan tentu gajinya ya itu itu aja...apalagi udah usia 43 thn, skrg saya freelance programmer aja kok..., juragan kos , juragan ayam he he he ( ini nantinya  masih butuh tambahan dana ), jadi intinya kalau kita mau berubah...harus berani ambil resiko boss....

Offline rnd

  • Hero Member
  • *
  • Posts: 1.277
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #53 on: January 10, 2011, 08:06:38 PM »
Saya kurang lebih 20thn membangun bisnis outsourcing, tujuan utama client untuk mencapai keinginan dengan instant tanpa perlu membuang waktu dan cost.
Berdasarkan pengalaman ada 2 golongan yang saya temui yaitu
1. Perusahaan yang sepenuhnya melepaskan hak development ke kita dan tidak pernah berpikir  untuk lepas   
   dari  kita sehingga kontrak dengan kita bisa seumur hidup.
2. Perusahaan yang membutuhkan kita karena keterbatasan waktu dan tenaga, biasanya dalam jangka pendek
    2-3thn, sering juga menjadi jembatan alih teknologi.

Hal ini karena bidang IT merupakan bidang yang spesial, banyak perusahaan yang belum memiliki IT yang memadai ato belum mampu membentuk IT, kalo mereka harus merekrut mungkin akan membutuhkan waktu beberapa thn, bisa juga karena mereka harus mengejar target yang tidak bisa di tunda sehingga outsourcing menjadi jawaban.

Dipihak saya sebagai outsourcing, tidak ada yang tabu dari bisnis ini selama kita kerja secara profesional dengan batasan tugas dan tanggung jawab jelas, dari segi penghasilan saya merasa puas dalam team outsourcing dari pada menjadi karyawan tetap. Saya juga pernah menjadi karyawan dan tau, seberapa banyak yang kita buat, penghargaannya hanya sebatas gaji, THR + Bonus itupun kalo ada. Memang ada juga yang bisa sukses dengan menjadi karyawan, tapi mungkin saya termasuk yang tidak mau terikat dalam satu perusahaan.
Sederhananya saya suka menjadi team oursourcing karna beberapa hal
1. Selalu mendapat tantangan baru, ilmu terus berkembang dengan cepat.
2. Kesempatan membangun jaringan yang luas.
3. Tidak tergantung pada keahlian kita saat ini misalnya saya hanya menguasai VFP, tidak harus proyek dibuat 
    dengan VFP.
4. Penghasilan menurut saya (ini hanya berdasarkan pengalaman) lebih besar.
5. Bisa santai ngopi dirumah sambil jaga anak anak (ini yang paling penting).

Ini bukan benar ato salah, tapi hanya sebatas pemikiran saya, silahkan mau pilih yang mana kembali ke kita

thx
Rnd

Offline foxever_fox

  • Hero Member
  • *
  • Posts: 1.301
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #54 on: January 10, 2011, 10:55:34 PM »
Tapi hati-hati jika keturunan dari owner sudah turun tangan. wkwkwkwk

Ha ha ha .. ...


"Any fool can write code that a computer can understand. Good programmers write code that humans can understand." - Martin Fowler-

Offline imanmis

  • Hero Member
  • *
  • Posts: 3.732
  • Newbie
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #55 on: January 11, 2011, 12:00:19 AM »
sepertinya pembicaraan berputar-putar pada mana duluan Telur atau Ayam, mau outsourcing mau permanent mau contract .. semua sama saja.. intinya pengendalian diri kok ... karena masih banyak janda-janda di luar sana yang membutuhkan.. jadi daripada pusing-pusing mikirin gaji buat meminang gadis .. mending cari janda.. wekwekwek..  :laughing3:

Offline fahmiidris

  • Junior Member
  • *
  • Posts: 126
    • http://
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #56 on: January 11, 2011, 07:01:56 AM »
saya sendiri sangat beruntung dengan adanya forum ini, dengan gabung fox-id ini saya beberapa kali mendapatkan jobs tambahan ...., dengan menjadi  member fox-id ini saya bisa berkenalan sesama member surabaya dan beberapa kali kita bekerja sama untuk mengerjakan project project yang sebetulnya masih bisa kita dapatkan...
Jadi intinya kalau masih mau di kendalikan oleh pengusaha....silakan aja jadi Karyawan, . tapi kalau ingin mengendalikan sang pengusaha jadilah freelance Programmer / konsultan IT dsb, karena itu ada pilihan anda....,

Kalau kita lihat ada IDI - ikatan dokter indonesia, mungkin oleh IDI para dokter udah di kasih aturan tarifnya..., tetapi kalau urusan Jasa IT ( Programmer, Maintenance, Konsultan dsb ) bingung dech...menerapkan aturan tarifnya...,

Jadi untuk pada rekan rekan, Jadilah anda orang orang yang mempunyai harga jual yang tinggi dengan menunjukkan  kemampuan dan kualitas anda, beaya sekolah anda tentunya lebih dari 1,5  - 2 jt per bulan , masak dengan senyum manis anda menerima gaji  sebesar kurang dari 2 jt / bulan..., Ayo semangat...janganlah jual harga diri anda dengan dibanting murah..oleh para pengusaha...


Offline foxy

  • Fox-id M.V.P
  • Hero Member
  • *
  • Posts: 3.605
    • Foxy Land
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #57 on: January 11, 2011, 07:40:44 AM »
@hafiz & neo_: hmm... mungkin perlu dibedakan; karyawan outsourcing vs pengusaha yang memberikan jasa outsourcing. Karyawan outsourcing mungkin memang tidak menguntungkan, tapi kalau pengusaha outsourcing? :)

@rnd:  :icon_thumright: nice put. Saya perlu banyak belajar nih dari pak rnd. Tahun ini saya baru tahun ke-11 menjadi independent software developer.

regards,
foxy
This post is provided as is. Feel free to use all the codes and information, however understand that I don't have any obligations to fix any bug(s) or follow up this subject.

Offline hafiz

  • Full Member
  • *
  • Posts: 92
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #58 on: January 11, 2011, 08:08:13 AM »
@hafiz & neo_: hmm... mungkin perlu dibedakan; karyawan outsourcing vs pengusaha yang memberikan jasa outsourcing. Karyawan outsourcing mungkin memang tidak menguntungkan, tapi kalau pengusaha outsourcing? :)

pak foxy ini baru pas komentarnya... klo yg komentar boznya outsorcing ya tentunya komennya beda sama juga kalo yg komen boz kontrakan pasti beda pula, kurang mengena....

saya sendiri karyawan sebuah perusahaan asing dan nyambi cari project di luar, klo hanya mengandalkan jadi karyawan saja memang susah majunya. wkwkwkkkk... :icon_salut:

yang jelas tahun 2014 saya akan pilih capres yg punya program menghapus outsorcing.
salah satu amal yang tidak terputus pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat.

Offline rnd

  • Hero Member
  • *
  • Posts: 1.277
Re: Berapa gaji programmer di Indonesia ?
« Reply #59 on: January 11, 2011, 08:23:08 AM »
@Foxy,
bisa aja, saya malah harus banyak belajar dari papa Foxy, karna selama ini saya lebih terfokus pada membangun jaringan, sedangkan dalam segi ilmu programing minim banget.

@hafizih
Semua pilihan tidak ada yang salah,  saya dukung pilihannya, nanti tolong sekalian bilangin capresnya untuk pembuatan system pengahapusan outsourcing bisa di outsourcing kan ke kita kita.  :icon_biggrin: